Saying I love you,
Is not the words,
I want to hear from you,
It's not that I want you,
Not to say but if you only knew,
How easy,
it would be to show me how you feel,
More than words,
is all you have to do,
to make it real,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,
Cause I'd already know,
What would you do,
if my heart was torn in two,
More than words to show you feel,
That your love for me is real,
What would you say,
if I took those words away,
Then you couldn't make things new,
Just by saying I love you,
It's more than words,
It's more than what you say,
It's the things you do,
oh yeah,
It's more than words,
It's more than what you say,
It's the things you do,
oh yeah,
Now that I've tried to,
talk to you and make you understand,
All you have to do,
is close your eyes,
And just reach out your hands,
and touch me,
Hold me close don't ever let me go,
More than words,
is all I ever needed you to show,
Then you wouldn't have to say,
that you love me,
Cause I'd already know,
What would you do,
if my heart was torn in two,
More than words to show you feel,
That your love for me is real,
What would you say,
if I took those words away,
Then you couldn't make things new,(no no)
Just by saying I love you
ini adalah lirik dari sebuah lagu "more than words" yg dibawakan oleh extreme dan di recycle oleh weslife.
lagu ini menceritakan tentang seseorang yg ingin menunjukan rasa sayangnya tidak hanya dengan kata kata namun juga perbuatan yg nyata. karena dia sudah tahu jika seseorang itu sangat sayang kepada dia.
dan inilah terjemahan sepenuhnya dari lagu more than words
Saying I love you is not the words I want to hear from you
Kalimat 'Aku Cinta Kamu' bukanlah kata-kata yang ingin kudengar darimu
It's not that I want you not to say but if you only knew
Bukan berarti aku ingin kau tak mengatakannya namun jika saja kau tahu
How easy it would be to show me how you feel
Betapa mudahnya menunjukkan padaku bagaimana perasaanmu
More than words is all you have to do
Lebih dari sekedar kata-kata itulah yang harus kaulakukan
To make it real then you wouldn't have to say
Untuk membuatnya jadi nyata maka kau tak harus mengatakan
That you love me cause I'd already know
Bahwa kau mencintaiku karna aku sudah tahu
What would you do if my heart was torn in two
Apa yang hendak kaulakukan jika hatiku terbelah
More than words to show you feel that your love for me is real
Lebih dari sekedar kata-kata untuk menunjukkan perasaanmu bahwa cintamu padaku nyata
What would you say if I took those words away
Apa yang hendak kau katakan jika kubuang kata-kata itu
Then you couldn't make things new just by saying I love you
Maka kau tak bisa membuat sesuatu menjadi baru hanya dengan mengatakan Aku Cinta Kamu
Now that I've tried to talk to you and make you understand
Kini setelah kucoba bicara padamu dan membuatmu mengerti
All you have to do is close your eyes and just reach out your hands
Yang harus kau lakukan adalah menutup matamu dan rentangkan tanganmu
And touch me hold me close don't ever let me go
Dan sentuh aku, dekap aku erat jangan pernah lepaskan aku
More than words is all I'd ever needed you to show
Lebih dari sekedar kata-kata itulah yang kuingin kau tunjukkan padaku
Then you wouldn't have to say that you love me
Maka kau tak harus berkata bahwa kau mencintaiku
Cause I'd already know
Karna aku sudah tahu
Jumat, 03 Oktober 2014
Mesin Waktu Dalam Perubahan Gadget
Dari jaman dahulu sampai sekarang gadget adalah alat komunikasi yg terus menerus berubah dari masa ke masa, Dan digunakan oleh siapa saja baik orang dewasa maupun anak kecil. perubahan gadget juga sangat cepat. dan kali ini saya akan membahas tentang perkembangan gadget handphone.
1.Sejarah Handphone
Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut – sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Di tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).

2. Generasi handphone
Generasi 0 (0G)
Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.
Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
1.Sejarah Handphone
Penemu sistem telepon genggam yang pertama adalah Martin Cooper, seorang karyawan Motorola pada tanggal 03 April 1973, walaupun banyak disebut – sebut penemu telepon genggam adalah sebuah tim dari salah satu divisi Motorola (divisi tempat Cooper bekerja) dengan model pertama adalah DynaTAC. Ide yang dicetuskan oleh Cooper adalah sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa bepergian secara fleksibel.
Cooper bersama timnya menghadapi tantangan bagaimana memasukkan semua material elektronik ke dalam alat yang berukuran kecil tersebut untuk pertama kalinya. Namun akhirnya sebuah telepon genggam pertama berhasil diselesaikan dengan total bobot seberat dua kilogram. Untuk memproduksinya, Motorola membutuhkan biaya setara dengan US$1 juta. “Di tahun 1983, telepon genggam portabel berharga US$4 ribu (Rp36 juta) setara dengan US$10 ribu (Rp90 juta).
2. Generasi handphone
Generasi 0 (0G)
Sejarah penemuan telepon seluler tidak lepas dari perkembangan radio. Awal penemuan telepon seluler dimulai pada tahun 1921 ketika Departemen Kepolisian Detroit Michigan mencoba menggunakan telepon mobil satu arah. Kemudian, pada tahun 1928 Kepolisian Detroit mulai menggunakan radio komunikasi satu arah pada semua mobil patroli dengan frekuensi 2MHz.
Sistem telepon seluler 0-G masih menggunakan sebuah sistem radio VHF untuk menghubungkan telepon secara langsung pada PSTNlandline. Kelemahan sistem ini adalah masalah pada jaringan kongesti yang kemudian memunculkan usaha-usaha untuk mengganti sistem ini.
Generasi 0 diakhiri dengan penemuan konsep modern oleh insinyur-insinyur dari Bell Labs pada tahun 1947. Mereka menemukan konsep penggunaan telepon hexagonal sebagai dasar telepon seluler. Namun, konsep ini baru dikembangkan pada 1960-an.
Generasi 1 (1G)
Tahun 1973, Martin Cooper dari Motorola Corp menemukan telepon seluler pertama dan diperkenalkan kepada publik pada 3 April 1973. Telepon seluler yang ditemukan oleh Cooper memiliki berat 30 ons atau sekitar 800 gram. Penemuan inilah yang telah mengubah dunia selamanya. Teknologi yang digunakan 1-G masih bersifat analog dan dikenal dengan istilah AMPS. AMPS menggunakan frekuensi antara 825 Mhz – 894 Mhz dan dioperasikan pada Band800 Mhz. Sistem yang digunakan masih bersifat regional. Salah satu kekurangan generasi 1-G adalah karena ukurannya yang terlalu besar untuk dipegang oleh tangan. Ukuran yang besar ini dikarenakna keperluan tenaga dan performa baterai yang kurang baik, selain itu generasi 1-G masih memiliki masalah dengan mobilitas pengguna karena jangkauan area telepon genggam

Generasi 2 (2G)
Pada tahun 1990-an generasi kedua atau 2-G di Amerika sudah menggunakan teknologi CDMA, sedangkan di Eropa menggunakan teknologi GSM. GSM menggunakan frekuensi standar 900 Mhz dan frekuensi 1800 Mhz. dengan frekuensi tersebut, GSM memiliki kapasitas pelanggan yang lebih besar. Pada generasi 2-G penggunaan sinyal digital melengkapi telepon genggam dengan pesan suara, panggilan tunggu, dan SMS. Penggunaan chip digital membuat telepon seluler memiliki ukuran yang lebih kecil dan lebih ringan. Keunggulan lain dari generasi 2-G adalah sinyal radio yang lebih rendah dapat mengurangi efek radiasi yang dapat membahayakan pengguna.
Generasi 3 (3G)
Generasi ini disebut juga 3G yang memungkinkan operator jaringan untuk memberi pengguna mereka jangkauan yang lebih luas, termasuk internet sebaik video call berteknologi tinggi. Dalam 3G terdapat 3 standar untuk dunia telekomunikasi yaitu Enhance Datarates for GSM Evolution (EDGE), Wideband-CDMA, dan CDMA 2000. Kelemahan dari generasi 3G ini adalah biaya yang relatif lebih tinggi, dan kurangnya cakupan jaringan karena masih barunya teknologi ini. Tapi yang menarik pada generasi ini adalah mulai dimasukkannya sistem operasi pada ponsel sehingga membuat fitur ponsel semakin lengkap bahkan mendekati fungsi PC. Sistem operasi yang digunakan antara lain Symbian, Android dan Windows Mobile

Generasi 4 (4G)
Generasi ini disebut juga Fourth Generation (4G). 4G merupakan sistem ponsel yang menawarkan pendekatan baru dan solusi infrastruktur yang mengintegrasikan teknologi nirkabel yang telah ada termasuk wireless broadband (WiBro), 802.16e, CDMA, wireless LAN, Bluetooth, dan lain-lain. Sistem 4G berdasarkan heterogenitas jaringan IP yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan beragam sistem kapan saja dan di mana saja. 4G juga memberikan penggunanya kecepatan tinggi, volume tinggi, kualitas baik, jangkauan global, dan fleksibilitas untuk menjelajahi berbagai teknologi berbeda. Terakhir, 4G memberikan pelayanan pengiriman data cepat untuk mengakomodasi berbagai aplikasi multimedia seperti, video conferencing,online game, dan lain-lain.
Demikianlah perkembangan dan sejarah gafget handphone dari masa ke masa yg semakin canggih dan berkualtas tinggi dan mungkin saja perubahan gadget pada masa yang akan datang akan lebih menabjubkan dan keren.
sumber:
http://gadget.lintas.me/go/mazipanneh.wordpress.com/sejarah-dan-perkembangan-handphone-dari-masa-ke-masa
http://rzaharani.blogspot.com/2014/03/perkembangan-gadget-dari-masa-ke-masa.html
Senin, 12 Mei 2014
Cerita Masa Perkuliahan
Masa perkuliahan adalah masa dimana banyak kisah yg dilalui entah itu kisah senang, sedih atau yg lainnya. perkuliahan juga ajang untuk bersosialisasi dengan banyak orang karena pada akhirnya kita harus banyak kenalan untuk mendapatkan informasi tentang dunia pekerjaan. Tetapi disini saya akan menulis tentang kisah kisah dalam masa perkuliahan. Nama saya Rianita Rahma Annisa tetapi saya biasa dipanggil dengan sebutan "kudung" entah kenapa dan mengapa saya bisa dipanggil seperti mungkin memang pada dasarnya saya berhijab. panggilan itu sudah ada sejak awal saya pertama masuk and finally panggilannya adalah kudung atau dung.
Sekarang saya berada di tingkat 2 dan teman temannya juga sudah berbeda bukan teman yg sama di tingkat 1 karena mahasiswanya diacak lagi.
dan entah kenapa lebih banyak cerita senang maupun sedih pada tingkat sekarang. dan saya akan menceritakan tentang teman terdekat saya dulu
yg pertama yaitu safara el batama: safara atau biasa disebut si patkai ini dia adalah orang terlucu dan teraneh diseluruh dunia dia bisa memperagakan muka muka idiotnya dan muka muka konyolnya. terkadang juga doi suka galau karena moodnya yg suka naik turun.
yg kedua yaitu dila oktris junda: dila atau biasa disebut godil ini adalah guru kita semua dia pintar dalam hal hitung menghitung. dimana ada kuis statis atau matematika pasti kita selalu harus ada selalu didekatnya. doi juga terkadang suka galau dengan ldr nya yuhuuu.
yg ketiga yaitu izatul putri sonya: putri atau biasa disebut uty ini adalah orang yg lehernya goyang goyang kaya tina toon dan kalo kenal dia diawal pasti dikiranya dia orang terjutek diseluruh gundar tapi kalo udah kenal dia bakalan goyang pala kaya tina toon mulu. doi juga terkadang suka galau karena jalinan kasihnya.
dan yg keempat yaitu vania fajrika: vania atau biasanya disebut vancuy ini adalah orang yg paling teramat polos dan cuek. dia suka bilang gini "kaget sih tapi yaudahlah" dan masih banyak omongan nyeletuk yg lain yg bikin kita semua heran dan ketawa tawa. tapi dia orang yg satu satunya ga pernah galau bisa dibilang datar dan harus kita ajarin gimana caranya supaya ga terlalu datar.
Dan itulah mereka sebenernya masih banyak hal hal yg lainnya yg masih belom diceritain. pokoknya i love more them {}
dan teman teman yg lainnya juga banyak seperti: yoga, tebe, ade, dobol, aip, ayoeb, agiel, trisna, repoy, yuda, adi, dian, tomon, dodi, lukman, egi, kresna, anggi, mussa, arsyad, salim, noviandri, rendy, fahreza, bima, marko, anto, ferial, laras, sheila, dikna, hamidah, dan deska.
dan kemaren pada tanggal 6 april kita goes to puncak tapi sayang ga semuanya ikut ada beberapa yg ga ikut kita menginap 2 hari satu malam di sana. seru banget dan semenjak dari sana kita jadi lebih tambah akrab satu sama lain, dan thanks to buat panitiannya yaitu: dobol, tebe, dan ade kalian luar biasa, kita menunggu next trip berikutnya.
Dan pada akhirnya memory dan kisah itu akan selalu kita kenang selamanya so have fun for your collage.
Sekarang saya berada di tingkat 2 dan teman temannya juga sudah berbeda bukan teman yg sama di tingkat 1 karena mahasiswanya diacak lagi.
dan entah kenapa lebih banyak cerita senang maupun sedih pada tingkat sekarang. dan saya akan menceritakan tentang teman terdekat saya dulu
yg pertama yaitu safara el batama: safara atau biasa disebut si patkai ini dia adalah orang terlucu dan teraneh diseluruh dunia dia bisa memperagakan muka muka idiotnya dan muka muka konyolnya. terkadang juga doi suka galau karena moodnya yg suka naik turun.
yg kedua yaitu dila oktris junda: dila atau biasa disebut godil ini adalah guru kita semua dia pintar dalam hal hitung menghitung. dimana ada kuis statis atau matematika pasti kita selalu harus ada selalu didekatnya. doi juga terkadang suka galau dengan ldr nya yuhuuu.
yg ketiga yaitu izatul putri sonya: putri atau biasa disebut uty ini adalah orang yg lehernya goyang goyang kaya tina toon dan kalo kenal dia diawal pasti dikiranya dia orang terjutek diseluruh gundar tapi kalo udah kenal dia bakalan goyang pala kaya tina toon mulu. doi juga terkadang suka galau karena jalinan kasihnya.
dan yg keempat yaitu vania fajrika: vania atau biasanya disebut vancuy ini adalah orang yg paling teramat polos dan cuek. dia suka bilang gini "kaget sih tapi yaudahlah" dan masih banyak omongan nyeletuk yg lain yg bikin kita semua heran dan ketawa tawa. tapi dia orang yg satu satunya ga pernah galau bisa dibilang datar dan harus kita ajarin gimana caranya supaya ga terlalu datar.
Dan itulah mereka sebenernya masih banyak hal hal yg lainnya yg masih belom diceritain. pokoknya i love more them {}
dan teman teman yg lainnya juga banyak seperti: yoga, tebe, ade, dobol, aip, ayoeb, agiel, trisna, repoy, yuda, adi, dian, tomon, dodi, lukman, egi, kresna, anggi, mussa, arsyad, salim, noviandri, rendy, fahreza, bima, marko, anto, ferial, laras, sheila, dikna, hamidah, dan deska.
dan kemaren pada tanggal 6 april kita goes to puncak tapi sayang ga semuanya ikut ada beberapa yg ga ikut kita menginap 2 hari satu malam di sana. seru banget dan semenjak dari sana kita jadi lebih tambah akrab satu sama lain, dan thanks to buat panitiannya yaitu: dobol, tebe, dan ade kalian luar biasa, kita menunggu next trip berikutnya.
Dan pada akhirnya memory dan kisah itu akan selalu kita kenang selamanya so have fun for your collage.
Active and Passive Sentence
Active
and Passive Sentences
- Active sentences
- is a sentence that the person do a job. An important feature that marks the active sentence, that sentence in the form of predicate verbs beginning with me (N)-and air-conditioned. However, not a few sentences on the activity not accompanied both the prefix, for example happens in eating and drinking.
- The form :
[Thing doing action]
+ [verb] + [thing receiving action]
- Passive sentences
- In passive sentences, the thing receiving the action is the subject of the sentence and the thing doing the action is optionally included near the end of the sentence. You can use the passive form if you think that the thing receiving the action is more important or should be emphasized. You can also use the passive form if you do not know who is doing the action or if you do not want to mention who is doing the action.
- The form :
[Thing
receiving action] + [be] + [past participle of verb] + [by] + [thing
doing action]
- 1) Passive Imperative Sentence
Rumus :
Let + objek + be +
Kata Kerja Bentuk III
* Help the poor
(active)
* Let the poor be
helped (passive)
- 2) Passive Infinitive: It is/was time
Rumus:
It is/was time for +
objek + to be + kata kerja III
* It is time to send
the letter (active)
* It is time for the
letter to be sent (passive)
- 3) Negative Passive Imperative Sentence
Rumus:
Subjek + be + Kata
kerja III + not to + infinitive
(kata kerja III yang
sering digunakan adalah: advised, asked, begged, commanded,
requested)
* Dont wait for me
(active)
* You are advised
not to wait for me (passive)
- Active and Passive sentence in every tenses
-
TensesActive SentencesPassive Sentences
Present Tense
She waters this plant every two days.
This plant is watered by her every two days.
Past Tense
She watered this plant this morning
This plant was watered by her this morning
Present Perfect Tense
She has watered this plant for 5 minutes.
This plant has been watered by her for 5 minutes.
Arti dari sila pancasila kelima "Keadilan sosial"
emilihan kata keadilan di Sila 5
sebagai tujuan negara adalah sangat tepat. Hal ini sesuai dengan
urutan yang tercantum di Pembukaan UUD 45 (juga di hymne Garuda
Pancasila), yaitu: adil, makmur, sentosa (sejahtera).
Adil mempunyai bobot yang lebih berat
dibandingkan dengan makmur dan sentosa. Rakyat bisa tahan dengan
ketidak makmuran, akan tetapi rakyat tidak akan tahan dengan ketidak
adilan.
Apabila keadilan sudah ditegakkan, maka
kemakmuran hanya masalah waktu, dan sentosa/kesejahteraan pasti akan
menyusul. Akan tetapi jika kemakmuran yang didahulukan, maka keadilan
belum tentu akan tercapai, bahkan bisa menjadi semakin jauh.
Kemakmuran tanpa keadilan adalah kemakmuran semu, yang pada akhirnya
akan menjadi suatu keruntuhan.
Keadilan harus menjadi syarat dan tolok
ukur keberhasilan dari seluruh produk kenegaraan.
Sosial di sini bukanlah berarti faham
sosialisme, tetapi sosial berarti rakyat banyak. Keadilan sosial di
sini berarti suatu hirarki, bahwa keadilan untuk rakyat banyak adalah
lebih penting dibandingkan keadilan untuk kelompok tertentu, apalagi
individu tertentu. Tentu saja dengan tetap memegang teguh
prinsip-prinsip keadilan.
Hal di atas juga berlaku untuk
kemakmuran, bahwa kemakmuran rakyat banyak harus lebih didahulukan
dibandingkan dengan kemakmuran kelompok tertentu, atau individu
tertentu. Dan kesejahteraan rakyat banyak harus diutamakan
dibandingkan dengan kesejahteraan untuk kelompok tertentu, atau
individu tertentu.
Dalam pelaksanaannya, pemahaman arti
sosial tetap tidak boleh mengabaikan kata keadilan yang berada di
depannya. Dalam arti, keadilan tetap harus dijunjung tinggi, misalnya
dalam hal keseimbangan antara hak dan kewajiban. Seseorang yang
bekerja lebih keras jelas berhak untuk mendapat hasil yang lebih
banyak, jika tidak, maka keadilan tidaklah ditegakkan. Sosial tanpa
keadilan akan menjadi penghambat kemajuan.
"Seluruh Rakyat Indonesia"
berarti keadilan sosial adalah berlaku bagi seluruh rakyat Indonesia,
dimanapun berada tanpa terkecuali. Bahwa tidak boleh ada diskriminasi
keadilan terhadap siapapun juga.
Tidak boleh ada diskriminasi yang
merugikan individu atau kelompok tertentu, meskipun kelompok tersebut
minoritas. Juga tidak boleh ada diskriminasi yang menguntungkan pihak
tertentu, sepenting apapun pihak tersebut. Dan pembolehan
diskriminasi dalam bentuk apapun harus dilarang, karena akan menjadi
preseden buruk yang dapat berlanjut ke penyelewengan dan pembelokan
lebih jauh.
Sila kelima
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Arti dari sila pancasila keempat " Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan"
Hikmat
kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran atau rasio yang sehat dengan
selalu mempertimbangkan persatuan dan kesatuan bangsa, kepentingan
rakyat dan dilaksanakan dengan sadar, jujur dan bertanggung jawab
serta di dorong oleh itikad baik sesuai dengan hati
nurani.
Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat.
Permusyawaratan adalah suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan dan atau memutuskan suatu hal berdasarkan kehendak rakyat hingga tercapai keputusan yang berdasarkan kebulatan pendapat atau mufakat.
Perwakilan
adalah suatu system arti tata cara (prosedur) mengusahakan turut
sertanya rayat mengambil bagian dalam kehidupan bernegara ,antara
lain dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan. Jadi,
kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan berarti bahwa rakyat dalam menjalankan
kekuasaannya melalui system perwakilan dan keputusan-keputusannya
diambil dengan jalan musyawarah yang dipimpin oleh pikiran yang sehat
serta penuh tanggung jawab, baik kepada Tuhan Yang Maha Esa maupun
kepada rakyat yang diwakilinya.
Makna
sila ke empat Pancasila itu sendiri yang menyiratkan adanya sistem
demokrasi, kalau diperinci lebih dalam dan lebih luas lagi, maka
unsur-unsur demokrasi : kerakyatan, permusyawaratan dan kedaulatan
rakyat, menurut Drs. Kaelan bisa diformulasikan sebagai berikut:
1. Arti
yang terkandung dalam pengertian “kerakyatan” adalah bersifat
cita-cita kefilsafatan, yaitu bahwa negara adalah untuk keperluan
rakyat. Oleh karena itu maka sifat dan keadaan negara harus sesuai
dengan kepentingan seluruh rakyat. Jadi “kerakyatan” pada
hakekatnya lebih luas pengertiannya dibanding dengan
pengertian demokrasi, terutama demokrasi politik.
2. Pengertian
demokrasi pada hakekatnya terikat dengan kata-kata
permusyawaratan/perwakilan. Hal ini sesuai dengan rumusan yang
terdapat dalam sila keempat Pancasila. Hal ini merupakan suatu
cita-cita kefilsafatan demokrasi. Terutama dalam kaitannya dengan
demokrasi politik, karena cita-cita kefilsafatan demokrasi politik
ini, merupakan syarat mutlak bagi tercapainya maksud kerakyatan.
3. Dalam
pengertian “kerakyatan” terkandung pula cita-cita kefilsafatan
demokrasi sosial-ekonomi. Demokrasi sosial -ekonomi adalah untuk
pelaksanaan persamaan dalam lapangan kemasyarakatan (social) dan
ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraaan bersama dengan
sebaik-baiknya. Adapun untuk mencapai kesejahteraan sosial-ekonomi
tersebut harus dengan syarat demokrasi politik.
4. Dengan
demikian maka dalam sila keempat senantiasa terkandung dasar bagi
cita-cita kefilsafatan yang terkandung dalam sila ke lima yaitu
keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia’.
Sila keempat
- Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
- Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
- Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.
- Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
- Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah.
- Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah.
- Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur.
- Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bersama.
- Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk melaksanakan pemusyawaratan.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila#Sila_ketiga
Arti dari sila pancasila ke tiga "persatuan indonesia"
““Kita mendirikan suatu negara
“semua untuk semua”. Kebangsaan Indonesia. Kebangsaan Indonesia
yang bulat! Bukan kebangsaan Jawa, bukan kebangsaan Sumatera, bukan
kebangsaan Borneo, Sulawesi, atau lain-lain, tetapi kebangsaan
Indonesia, yang bersama-sama menjadi dasar suatu nationale staat”
(Bung Karno, 1 Juni 1945)
Kebangsaan Indonesia
merefleksikan suatu kesatuan dalam keragaman serta kebaruan dalam
kesilaman. Dalam ungkapan Clifford Geertz, Indonesia ibarat anggur
tua dalam botol baru, alias gugusan masyarakat lama dalam negara
baru, old societies, new state. Nama Indonesia sebagai proyek
“nasionalisme politik” (political nationalism) memang baru
diperkenalkan sekitar 1920-an. Akan tetapi, ia tidaklah muncul dari
ruang hampa, melainkan berakar pada tanah air beserta elemen-elemen
sosial-budaya yang telah ribuan bahkan jutaan tahun lamanya hadir di
Nusantara.
Bangsa (nation) adalah suatu
“konsepsi kultural” tentang suatu komunitas politis yang secara
keseleruhan dibayangkan sebagai kerabat yang bersifat terbatas dan
berdaulat. Bayangan tentang komunitas politis bersama ini bisa timbul
karena kebersamaan historis, kesamaan mitos, dan kenangan sejarah,
berbagai budaya publik massa dan ekonomi bersama, kesamaan hak-hak
legal dan kewajiban bagi semua anggota komunitas tersebut. Dalam
komunitas politik dewasa ini, batas bayangan komunitas itu secara
politik menjelma dalam bentuk negara-bangsa. Sedangkan yang dimaksud
dengan negara (state) adalah suatu konsepsi politik yang berdaulat,
yang tumbuh berdasarkan kesepakatan atau kontrak sosial yang
meletakkan individu ke dalam kerangka kewarganegaraan (citizenship).
Dalam kerangka ini, individu dipertautkan kepada satu unit politik
(negara) dalam kedudukan yang sederajat di depan hukum. Dengan kata
lain, bangsa beroperasi atas prinsip hukum dan keadilan.
Sebagai nasionalisme politik,
Mohammad Hatta pernah berkata, “Bagi kami, Indonesia menyatakan
satu tujuan politik, karena dia melambangkan dan mencita-citakan
suatu tanah air pada masa depan dan untuk mewujudkannya, setiap orang
Indonesia akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya”.
Indonesia termasuk sebagai negara muda. Negara muda dan atau negara
yang baru lahir biasanya tidak selalu memiliki rasa nasionalisme yang
kuat. Rasa nasionalisme merupakan sebuah proses yang harus
ditumbuhkembangkan. Sebuah negara yang baru merdeka biasanya memiliki
persoalan perpecahan antar etnik (suku), ras, agama, ancaman
separatisme serta kerusuhan-kerusuhan lainnya.
Dalam sejarahnya,
Indonesia memiliki banyak contoh tentang separatisme. Misalnya saja:
Darul Islam/Tentara Islam Indonesia, PRRI-Permesta, Gerakan Aceh
Merdeka, Separatisme di Papua Barat. Indonesia pun memiliki contoh
tentang perpecahan dan kerusuhan antar etnik dan agama . Contohnya:
konflik Islam-Kristen di Ambon dan konflik etnik Dayak-Madura di
Kalimantan.
Sila ketiga
- Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan.
- Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila diperlukan.
- Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
- Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia.
- Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
- Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
- Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
sumber:http://id.wikipedia.org/wiki/Pancasila#Sila_ketiga
Langganan:
Postingan (Atom)